Mudik 2015 : Pesawat, bus atau kereta ??

mudik-1

Lebaran sebentar lagi. Jauh hari sudah pesan tiket. Cari promo pas musim lebaran? ngimpi kalee… (tapi nyatanya ada juga yang beruntung).

Keponakan saya baru datang di jakarta (dari malang). Naik kereta “ecek-ecek” turun di stasiun Senen. Badan pegal semua meski katanya sudah lebih tertib dari tempo doeloe. Setidaknya gerbong sudah ber-AC, penjaja dagangan tidak seenaknya mondar-mandir dalam gerbong. Meski sebagai kereta klas ekonomi tetap harus sabar nunggu “kakaknya” yg eksekutif lewat duluan.

Seorang anak kecil dan keluarganya terbang dari Balikpapan ke Yogya dengan Garuda. Komentarnya simple, “Lho kok Garuda nggak ada tivi-nya?”. Kenyataannya, Garuda Balikpapan-Yogya menggunakan tipe pesawat dibawah boeing 737 (itu alasan teman yang di Garuda. Padahal, banyak juga pesawat kecil yang sudah memasang tv).

Seorang teman sharing pengalaman naik Batik Air. “Kukira seperti Garuda yang merupakan kakak kelas dari adiknya citilink, maka Batik adalah kakak kelas dari Lion. Ternyata, nggak ada headset. Kalo mau, ya beli head set di cabin crew seharga 30-50 ribu atau bawa headset sendiri. Kursinya-nya juga nggak senyaman yang dibayangkan”.

Tapi komentar yang palin banyak kudengar adalah, siap-siap delay atau malah pembatalan. Nah lho..

Ya sudah, kita doakan saja semoga di Lebaran ini dan setelahnya, moda transportasi Indonesia makin baik dan terpercaya dengan seutuhnya (nggak cuma slogan).

Besok saya berkesempatan naik bus super top (kursi 2-1). Adakah masih sebagus dulu atau saya akan kecewa seperti pengalaman saya tahun lalu naik kereta argo? Akan saya share setelah saya merasakannya besok.

Satu hal menarik, bahwa tiket bus yang saya perkirakan sulit diperoleh menjelang lebaran, ternyata mudah saja, bahkan kemarin masih bisa saya memajukan tanggal 1 hari tanpa dikenakan biaya.

Tahun ini, era pemerintahan baru, dengan ekonomi yang terasa sulit, adakah moda transportasi utamanya saat lebaran akan sangat penuh atau sangat longgar? apakah kualitas moda transportasi membaik atau memburuk?

Akansaya ulas pada tulisan berikutnya.

 

Wassalam,

Penulis