Helicak

Artikel bebas : 3 Maret 2015

helicak

Bernama helicak, mungkin karena tampang depan yang mirip helikopter, sementara jok belakang mirip becak.

Entah sejak kapan kendaraan ini muncul. Yang kuingat, sekitar tahun tujuh puluh lima kendaraan ini masih sliweran di jalan – jalan utama ibukota. Saat itu aku masih SD. Seingatku, hanya 2 kali aku pernah naik benda bernama helicak ini.

Dibanding bajaj yang roda 3 itu, helicak ini bagiku lebih halus suaranya, lebih keren dan paling mahal ongkosnya. Itulah taksi dimasa dulu.

Becak dan opelet juga ada. Malah dibeberapa tempat semisal ragunan / pasar minggu kita masih bisa jumpai dokar. Tapi bemo, taksi, bajaj sama sekali belum ada.

Naik helicak kurang lebih seperti naik becak. Bedanya kita ada didalam “kabin” sempit berkaca luas dengan dashboard kecil dan datar. Jika ingin berhenti, cukup menoleh kebelakang dan mengetuk kaca. Kadangkala, pintu sebelah kanan macet sehingga kita hanya bisa naik-turun dari pintu kiri. Daya tampung hanya berdua. Bisa bertiga asal yang ditengah anak kecil.

Menurutku, akan bagus seandainya ada satu ruang di ibukota yang didedikasi untuk melestarikan hal-hal semacam ini. Misalnya didepan istana Negara itu, atau sekitar monas. Rasanya menarik jika disana ada dokar, opelet serta helicak ini juga. Jika di italia ada gondola, di Jakarta ada helicak. Gimana?

Iklan

SIlahkan Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s