KETEGUHAN HATI

teguh hati

Keteguhan hati, atau bahasa keren-nya commitment, adalah satu hal prinsip… mendasar… yang merupakan bekal hidup entah di dunia pun juga di akhirat kelak.

Kritik Tuhan kepada nabi Adam alaihis salam pada surat At-Thaahaa ayat 115 :

“Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.”(QS. At-Thaahaa : 115)

Adam diminta menjauhi sebuah pohon larangan yang awalnya beliau patuhi. Namun sebagaimana semua tahu, akhirnya sang nabi bukan hanya mendekat tapi juga sekaligus memakan buahnya bersama Siti Hajar istrinya. Akhir kisah, keduanya bertaubat dan Tuhan menerima taubat mereka.

Tapi keteguhan hati, sungguh menarik dan penting untuk difahami.

Membaca kisah steve job sang pelopor computer modern, atau habibie sang negarawan atau kisah sukses lainnya selalu saja dibarengi dengan yang namanya keteguhan hati.

Maka, definisi keteguhan hati seyogyanya lebih luas dari sekedar komitment atau janji atau cita-cita. Keteguhan hati mestinya merupakan kondisi sekuat karang dimana tidak akan pernah menjadi longgar ataupun lemah.

Sosok Ikal dalam tokoh laskar pelangi, adalah satu contoh tentang keteguhan hati untuk menginjakkan kaki di altar sorbone. Juga Habibie dengan sumpahnya yang terkenal itu, juga mereka yang lain yang memiliki keteguhan hati. Dan tentu saja para nabi dan rasul.

Sejumlah cobaan dari Tuhan kepada para nabi, mayoritas bertemakan keteguhan hati.

Sebutlah semisal nabi Ibrahim dan nabi Ismail dalam cerita tentang awal mula qurban, nabi Musa yang dites keteguhan hatinya oleh nabi Khidr, termasuk tentunya Rasulullah ketika dilempari batu saat dakwah di kota Thaif.

Adapun kisah nabi Yunus yang tidak/kurang teguh hati, kemudian mesti masuk kedalam perut ikan raksasa agar memahami definisi tegas atas yang namanya keteguhan hati itu. Dan lalu Tuhanpun memaafkan dan memberinya kebaikan hingga bahkan umat beliau dipuji sedemikian rupa dalam surah Yunus ayat 98 :

“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu (QS. Yunus : 98)”

Masalahnya, bagaimana membuat hati menjadi teguh tegar setangguh karang ?

Satu hal yang semestinya diyakini, bahwa masalahnya bukanlah mampu atau tidak mampu.. tapi mau atau memang tidak mau

Karena cobaan Tuhan senantiasa sesuai dengan kemampuan masing-masing..

Lalu, adakah hubungan antara keteguhan hati dan kesabaran diri? Berikut ayat Tuhan dalam surah A-Baqarah ayat 155 :

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Baqarah : 155)

Salam,

Penulis

Iklan

3 comments on “KETEGUHAN HATI

  1. Ckup memberi plajaran,kini hatiq pun trsa tenang setelah memahami blog ini.sya ucapan trima ksih kpd penulis

SIlahkan Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s