Ibu Tri Rismaharini

“Bekerja adalah amanah”

 

risma

 

Menyimak dialog ibu Risma (Tri Rismaharini, walikota Surabaya) dalam acara mata najwa tgl 12 februari 2014, lalu membaca berbagai berita dan komentar tentang beliau di seantero dunia maya, membuatku terhenyak…terpana…

Kagum, bangga, har

u, kagum dan banyak lagi rasa berkecamuk yang ujungnya menjadikanku terpana. Subhanallah, Alhamdulillah, ternyata masih ada sosok pemimpin Indonesia seperti beliau.

Melihat penyampaian beliau, cerita beliau tentang pelbagai hal, aku turut bisa merasakan betapa hati kecil ternyata bisa begitu besar dan dahsyat ketika ia begitu murni. Kebeningan hati beliau tercermin dalam ketegaran penuturan dalam tangis dan tawa.

Bagi yang belum sempat, berikut petikan kecil dialog itu :

Najwa = Yang menilai ibu tadi ada, nih ya kita lihat grafisnya, ini ada satu, ibu bilang kan tidak pernah mau baca, Cuma malam ini saya mau tunjukan ke ibu, ini ada survey yang pernah dilakukan oleh lembaga Politik Psikologi UI. Surveynya itu “Mencari Pesaing Jokowi” dan nama Tri Risma Harini muncul di nomor 1. Ada nama Basuki Cahya Purnama, ada nama Anies Baswedan, Chaerul Tanjung tapi nomor 1 nya Risma

*bu Risma motong*

Ibu Risma = Eh ini namanya, ini punya tanggung jawab kok jadi saing-saingan, ini berat loh ini, kok jadi saing-saingan?

*Najwa ketawa*

Najwa = Yang dianggap bisa menyaingi, kalau masuk dalam bursa Tidak ada niatan sama sekali ibu?

Ibu Risma = Ndak, saya tau siapa saya

Najwa = Siapa ibu Risma

Ibu Risma = Saya tidak punya apa-apa satu, kedua *dipotong Najwa*

Najwa = Walikota terbaik dunia? Ibu terlalu merendah

Ibu Risma = Ndak, saya nggak punya apa-apa, saya tahu siapa saya gitu….

Jadi Indonesia ini negara yang sangat besar, luar biasa, luar biasa besarnya bahkan kalau boleh semuanya ada di Indonesia. Tapi saya ndak punya apa-apa. Kepandaian nggak, Kekayaan nggak, nggak punya apa-apa saya. Jadi saya tahu siapa saya….

Najwa = Walikota yang sanggup mengubah Surabaya hanya dalam waktu hanya 3 tahun, itu Ibu Risma

Ibu Risma = Ah nggak lah, belum, itu kan yang nampak. Makanya saya selalu sampaikan, yang dilihat orang itu kan yang kasat mata….. Tapi tahukah ada orang yang masih menderita yang saya tidak tahu?

Saya pernah menemukan orang, itu usia 90 tahun. Sudah terkapar di tempat tidur. Dirawat oleh anaknya yang gila 63 tahun. Dia punya anak lagi yang usianya 47 tahun gila juga. Nggak gila sih, pengangguran. kan saya katakan, itu kan, untung saya tahu, nggak mungkin, ternyata di Surabaya masih ada yang kaya gitu.

Najwa = Dan itu semua tanggung jawab ibu?

Ibu Risma = Iya itu tanggung jawab saya

Itu tanggung jawab saya dan itu harus saya pertanggung jawabkan di depan Tuhan.

Pembaca budiman, ditengah berita TV yang penuh berita korupsi, kejahatan, pelangaran, dan segala hal negative, ternyata ada berita tentang ibu Risma. Sungguh bagai air sejuk dipanas menyengat, bagai benderang cahaya dalam gelap pekat.

Bekerja dengan hati (work by heart), adalah berarti menggenggam amanah dalam arti sebenarnya. Dan itu secara nyata dicontohkan oleh beliau. Not just work smart, not only work hard, but most of all… work by heart..

Akupun dan semoga kita semua mendapati hikmah besar ini, semisal jabatan adalah amanah, bekerjalah dengan hati, bertanggung jawab secara kaffah, dan banyak lagi.

Akhirnya satu doaku, semoga semakin banyak pendekar bangsa semacam beliau…

Salam,

Penulis

Iklan

SIlahkan Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s