Siapa yang paling sering didoakan dalam shalat?

Dalam shalat, ternyata ada orang yang senantiasa didoakan, selain tentu saja nabi besar Muhammad SAW.

Siapa itu? siapa orang yang ternyata senantiasa didoakan oleh mereka yang melakukan shalat? ternyata adalah “orang yang shaleh”

Ya, ketika kita melakukan tahiyat, maka kitapun membaca “Assalaamu alaina wa alaa ibaadikas shaalihiin” (salam juga bagi kami dan bagi hamba-hamba yang sahaleh).

Jadi, setiap orang yang shaleh akan selalu terdoakan oleh muslim yang sedang shalat. Paling tidak, 11 kali sehari untuk seorang muslim yang shalat fardhu 5 kali sehari mengucap doa itu ketika tahiyat. Tinggal dikalikan berapa banyak muslim yang shalat dalam satu hari itu (misalnya 100 juta orang) dan jangan lupa tambahkan persentase mereka yang shalat sunnah (misalnya 1 juta orang). Lalu kalikan juga jumlah hari dalam setahun (365 hari).

Maka, orang yang shaleh akan menerima begitu banyak doa. Masalahnya adalah, adakah kita telah lama mengetahui ini atau baru saja tahu? Lalu kemudian, apa itu orang shaleh? apa saja kriterianya?

Tapi sebaiknya tidak melangkah jauh dulu. Menyadari keuntungan menjadi orang shaleh, cukup dulu. Setidaknya kita sadar saja dulu betapa kita selama ini shalat barulah sebatas tahu, dan kini mari kita mulai ke tahap faham.

Faham bahwa shalat bukan sekedar rantaian ucap dan gerak. Faham bahwa begitu banyak makna terkandung di dalamnya. Faham setiap inti shalat. faham dan faham…

Tahu lalu faham. Bukankah itu hal yang sungguh berbeda? Dan tentu saja masih ada hal lain setelahnya

Semoga kita dimudahkan dalam pemahaman kita tentang shalat dan tentang islam dan tergolong sebagai hamba-Nya yang shaleh. Amin

Salam

Penulis

Iklan

4 comments on “Siapa yang paling sering didoakan dalam shalat?

  1. maaf sebelumnya,
    tolong perhatikan penulisan serta pengartian dalam bacaan-bacaan sholat / tiap ayat yang ditulis,.. karena bila salah dalam penulisan dan pengartian maka bisa menyebabkan runtuhnya iman dan berakibat pada runtuhnya agama!!!
    “Assalaamu alaina wa alaa [ ibaadikas ] shaalihiin” bukankan seharusnya
    “Assalaamu alaina wa alaa [ ‘ibaadillahis ] shaalihiin” tolong diperhatikan lagi penulisan, kalau bisa langsung di revisi postnya,
    dan mohon tanggapannya

    • maaf ada yang salah,
      “Assalaamu alaina wa alaa [ ‘ibaadillahis ] shaalihiin”
      yang benar
      “Assalaamu [‘alaina wa ‘alaa ‘ibaadillaahis ] shaalihiin”
      referensi: buku KEUTAMAAN SHALAT (Untaian mutiara Do’a setelah shalat sunnah) oleh Hj. RA. Siti Rahmah Susanty
      sekali lagi maaf, dan mohon tanggapannya

SIlahkan Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s