Mushashi, sang pendekar 2 pedang

Repot ketika Mushashi harus dihadapkan dengan Kojiro. Seharusnya tidak ada yang menang dan kalah karena keduanya sejajar. Ini mirip dengan Arya Salaka melawan Sawung Sariti dalam kisah Nagasasra Sabuk Inten.

 

Tapi toh sang pengarang lebih memilih bahwa mereka yang tulus, mereka yan “bersakit-sakit dahulu” itu yang lebih pantas diunggulkan.

 

Mushashi tidak saja miyamoto, tapi juga ajinomoto. Jaminan paling top untuk disejajarkan dengan Sun Tzu. Teori pedang panjang dan pedang pendek-nya disaring sampai demikian jauh tidak hanya ke bisnis tapi malah ada yang sampai ke agama. 2 pedang adalah “hablum minallah” dan “hablum minan nas”, begitu katanya

 

Kenapa selalu berpasangan? Pedang panjang dengan pendek, hitam dengan putih dan seterusnya.

 

Qur’an juga mengatakan bahwa semua mahluk (hidup dan mati) diciptakan berpasangan.

 

Tapi seorang ahli psikolog mengatakan agar kita tidak hanya melihat “hitam putih” saja, karena kenyataannya di dunia ini penuh aneka warna. Jadi mana yang benar, berpasangan atau beraneka rupa?


Ada siang ada malam tapi juga ada senja.
Ada matahari ada bulan, tapi juga ada planet dan bintang plus asteroid dan sebagainya. Itu semua memberi tahapan kebijaksanaan sampai dimana kita memahami makna “berpasangan” tadi. Dan hanya orang bodoh yang mengingkari ayat-ayat Allah yang Maha Benar.

Iklan

SIlahkan Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s