Home Theater in Box (HTiB) : Perlu atau tidak ?

Sayangnya, penulis baru bisa mencapai kesimpulan setelah memiliki 1 set Htib. Kesimpulan tersebut adalah bahwa membeli HtiB sebenarnya masih berupa pemborosan terutama bagi yang masih bisa menikmati arena bajakan (maksudnya vcd atau dvd bajakan). Ya sudah tidak apa. Setidaknya dengan memiliki HtiB tersebut penulis bisa sedikit sharing agar ini bisa menjadi pembelajaran berguna bagi semua.

Kenapa belum perlu ?

Perhatikan bahwa Htib memiliki satu unit utama (main unit), satu subwoofer dan beberapa speaker satelite (bisa 5 atau 7). Speaker satelite ada yang kotak kecil begitu saja dan ada pula yang bentuknya tinggi langsing dan ellegant. Fungsinya sama hanya kemampuannya pasti berbeda (harganya juga beda boo).

Masalahnya adalah, seluruh HtiB barulah berfungsi optimal ketika DVD (bukan vcd lho) yang dimainkan itu asli dan sudah memiliki kemampuan Dolby dan atau DTS 5.1 channel (minimum) . Jika tidak, ini sama saja dengan mendengar audio stereo biasa seperti juga kita mendengar MP3 atau CD Audio biasa. Maka ini sama saja dengan menggunakan gitar listrik ibanez untuk ngamen (nah lho !).

Apa kelebihan HtiB ?

Kelebihannya Cuma satu : bisa menampilkan suara di belakang dan di samping audience (pendengar). Istilahnya surround gitu loh. Tapi pertanyaan penting bagi calon pembeli HtiB adalah : Apakah menikmati suara surround itu merupakan suatu hal yang diinginkan sekali atau tidak?  (jangan lupa duit-nya bukan hanya untuk HtiB, tapi juga musti ada duit untuk sewa atau beli DVD original yang notabene harganya tus-tus ribu lho). Kenapa VCD original tidak bisa ? Ya karena tidak memiliki feature Dolby dan atau DTS tadi itu. Kenapa ? mungkin karena kapasitas keping vcd kalah jauh dengan dvd. Kok bisa ? ya udah terima aja, daripada nanya mulu…Tapi ada tambahan penting. Saya alami sendiri, untuk DVD rental ternyata tidak ada masalah. Semua DVD rental yang original yang saya pinjam selalu oke. Tapi tidak demikian dengan DVD original yang saya beli. Beberapa DVD original (seharga sekitar 80 rebu) sama sekali tidak menjalankan fungsi HtiB alias hanya bisa sekedar suara stereo kiri kanan depan doank.

Walhasil, HtiB hanya berlaku untuk DVD yang asli plus original sajah…

Apa sih Surround, Dolby, DTS ?

Sebenarnya ngga’ usah njlimet banget sih. Penjelasan komplet bisa dicari via google atau langsung ke web mereka. Tapi, secara sederhana mungkin begini : kalo kita nonton film perang (misalnya), maka suara tembakan akan bisa terdengar di mana mana. Bisa di depan tengah, samping kiri, depan kanan, tergantung penempatan speaker satelite. So pasti kalo itu speaker dijajar seperti yang kita lihat di rak penjual Htib, maka efek surround tidak akan terasa.

Dolby (digital, pro logic, pro logic II, EX, dll) maupun DTS (ES) sebenarnya sama saja. Itu seperti sepatu adidas dengan puma atau amd dengan intel. Katanya sih masih perdebatan mana yang lebih baik. Tapi buat pemilik kuping dengan selera “Low-end” seperti saya gini mah pasti rasanya sama saja.

Dolby Digital and DTS are similar systems. Both use a lossy compression system and in their 5.1 varieties, each offers the DVD producer two bit rates. Most Dolby Digital DVDs use 384kb/s but some use 448kb/s, which Dolby says is the maximum possible on a DVD. DTS can come at the original rate of 1536kb/s or the half-rate of 768kb/s (eg. Gladiator, Santana: Supernatural Live and all of
Columbia TriStar Superbit DVDs).
Begitu menurut pakar yang kubaca. 

Nah, sudah pasti gendang telinga ini masih belum faham membedakan kbps begituan. Paling banter saya kagum, senang, asyik mendengar suara-suara datang dari sekeliling kita. Tapi coba suruh merem matanya dan membedakan ini DTS ES atau Dolby EX, pasti deh ga’ tau.

Penutup

Jadi, jangan buru-buru menentukan merk (sony, LG, samsung, panasonic, whatever). Tapi pastikan dulu memang itu dibutuhkan. Ini belum lagi membahas ruangannya yang katanya mesti khusus, kabel yang menyusahkan, dan levelling speaker. Sementara kocek untuk rental dvd, jika 1 kaset 10 ribu, jika seminggu pinjam 1 kaset, maka sebulan paling tidak 40 ribu. Kenyataannya, angka itu selalu terlampaui.

Satu lagi yang penting juga, dari dulu telinga manusia itu cuma dua, kiri dan kanan. Itu awal kisah perubahan mono ke stereo. Dengan dua telinga kita bisa deteksi apakah sumber suara berasal dari kanan belakang agak atas atau samping kiri agak belakang bawah.

Sementara, trend kedepan sudah mulai banyak bermunculan model 7.1 channel. Entah sampai berapa speaker dibutuhkan untuk yang namanya sebuah indera bernama pendengaran.

Salam,

Penulis

Iklan

9 comments on “Home Theater in Box (HTiB) : Perlu atau tidak ?

  1. Home Theatre adalah system,”Dolby Digital,DTS,THX adalah format” bila format diputar dalam suatu system yg benar maka yg terjadi adalah rambatan suatu frequncy bukan hanya sekedar bunyi atau suara

    ciri ciri system & format yg benar suara clean detail tidak kotor dan mengalir di udara ,.. nuansa suatu film atau musical dapat tereproduksi dengan baik didalam ruangan si pemilik system

    intinya bagaimana memindahkan studio maker mereka keruanga kita dengan mengacu kedalam standarisasi internasional, bukan menuruti selera atau pribadi yg umumnya org asia lebih condong dengan suara bas yg besar
    atau treble yg cas cis cus serta vokal yg kecil sekali seperti penyanyi di negeri liliput

    makanya penyanyi/artis/musisi kita gak pernah bisa sejajar dengan penyanyi /artis/musisi dunia internasional lah system 2 chanel stereo aja mereka gak kuasai apalagi mau bicara 5 chanel dengan format Dolby Digital
    /DTS mimpi kali ya

    biar mereka rekaman di luar tapi belum punya pengalaman dengar & belum setingkat musicality ya tetap aja hasilnya gak enak di dengar berisik ,aneh,membosankan

    • betul sekali itu.
      Beberapa waktu lalu saya lihat ada pernikahan di sebuah rumah pinggir jalan (pernikahan desa umumnya seperti itu).
      Uniknya, box speaker besar-besar dijajar, 1 group box menghadap arah kiri 1 group box menghadap kanan. Jadi (mungkin) speaker dianggap seperti toa yang mono sehingga diharapkan speaker kiri sama dengan speaker kanan.
      Faktanya, banyak lho rumah orang yang beli HTIB sampai 5-7 speaker tapi speakernya dijejer begitu saja (yang mestinya diatur depan tengah belakang). Atau yang dicari hanya masalah gengsi (harga), suara “besar & jernih”, entahlah

  2. Klo saya punya HTiB samsung,, tetapi saya menggunakan mode aux nya.. Jadi saya hubungkan ke pc, kmudian saya hubungkan jg projector ke pc.
    Di mode aux trnyata bisa kita pilih brmcm2 mode. Saya jg memutar film HD 720p blu ray yg bisa kita download. Kualitasnya jg bagus drpada hrs beli bajakan yg kualitas gambarnya kurang, dan kadang trouble. Ternyata mode surroundnya dapat diaktifkan. Selamat mencoba..

SIlahkan Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s