Suara Hati

Desember 5, 2006

Al-Fatihah yang Luar Biasa

Diarsipkan di bawah: BELAJAR SHALAT — rifan @ 8:43 am

Surah Al-Fatihah itu dinobatkan sebagai Ummul Kitab atau induk kitab.

Ia merupakan surah pertama dalam susunan Al-Qur’an. Setiap rakaat dalam shalat surah ini wajib dibaca, tidak peduli berapapun jumlah rakaat-nya. Ia merupakan surah – yang sangat boleh jadi – paling sering dibaca. Ada juga yang berpendapat surah ini sebagai intisari atau resume atau rangkuman seluruh isi Al- Quran.
Pertanyaannya adalah : Apanya yang luar biasa? Apa yang membuat Al-Fatihah ini begitu luar biasa?
Jujur tadinya saya juga hanya mengetahui sebatas paragraf pertama tulisan diatas. Tapi makin direnungi ternyata makin terasa keluar biasaan-nya. Ini diantara yang berhasil saya dapatkan :

Isi Surah dan terjemahan bebas

Pertama, mari kita lihat surah Al-Fatihah. Jangan-jangan ada juga yang belum tahu bahwa kalimat “Bismillaahi rrahmaanir rahiim” adalah merupakan ayat ke-1 surah ini. Juga bahwa kalimat “amiin” yang kita seru rame-rame saat shalat jamaah, itu bukanlah bagian dari surah Al-Fatihah

1. Bismillahirrahmaanirrahiim
2. Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin
3. Ar Rahmaani rrahiim
4. Maaliki yaumid diin
5. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
6. Ihdinas shiraatal mustaqiim
7. Siraathal ladzii na’an ‘amta ‘alaihim, ghairil maghduu bi’alaihim, walad dhaalliin

Artinya (ini sekedar terjemahan bebas saya) :
1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Rahman (Pengasih) dan Maha Rahiim (Penyayang)
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta
3. Yang Maha Rahman (Pengasih) dan Maha Rahiim (Penyayang)
4. Raja/Penguasa di hari “ad-diin’ (pembalasan/kiamat)
5. Hanya padamu kami menyembah, dan hanya padamu kami memohon pertolongan
6. Tunjukkan kami “Shiraatal Mustaqiim” (Jalan Lurus)
7. Jalan yang penuh nikmat kepada mereka, bukan yang Engkau murkai pada mereka, bukan juga yang sesat

Itulah dia surah Al-Fatihah. Apanya yang luar biasa? Banyak !

sungguh beruntung saya ketika dipermudah mendapatkan pengetahuan atas hal ini.

Susunan surah
Coba lihat susunan surah ini. Allah mengajarkan kita bagaimana cara “berdoa” (baca : memohon) dengan benar.
Dari total 7 ayat, 5 ayat pertama seluruhnya berisi pujian kepada Allah (5/7 x 100 = 70%). Seolah Allah mengajarkan/memberitahukan, bila seseorang ingin memohon, seyogyanya 70% itu diawali dengan memuji. Itulah patron-nya. Pantaslah jika selesai shalat mestinya tidak langsung angkat tangan dan berdoa. Setidaknya baca dulu puji-pujian, baca 33x Subhanallah, 33x Alhamdulillah, 33x Allahu Akbar. Baru setelah merasa cukup (70% minimal), silahkan mengangkat tangan dan memohon.

Adapun tahapan secara rinci juga diperlihatkan jelas didalam surah ini.
Pertama sekali adalah : fokus (niat, kejelasan). Dalam hal ini direpresentasikan dalam kalimat basmalah
Kedua : Memuji, bersyukur (alhamdulillah)
Ketiga : Tegaskan pujian anda (ini akan dibahas mengapa ayat ke-3 ini sama dengan ayat ke-1)
Keempat : Akui kelebihan-Nya, kehebatan-Nya
Kelima : Akui kelemahan diri, tunjukkan tingginya tingkat kebutuhan hingga perlu memohon (reasoning)

Barulah kemudian memohon pada-Nya

Ayat ke-1 dan ke-3 Surah Al-Fatihah
Pertama bahwa kalimat basmallah yaitu “Bismillaahi rrahmaani rrahiim” itu adalah termasuk ayat ke-1 dalam surah Al-Fatihah. Sementara ayat keduanya adalah “Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin”. Baru dilanjutkan ayat ke-3 : “Arrahmaani rrahiim”.
Pada surah-surah yang lain, kalimat “bismillahirrahmaani rrahiim” adalah merupakan kalimat pembuka (bukan bagian dari surah).
Sekarang perhatikan artinya. “Bismillaahi rrahmaani rrahiim”. Arti sederhana-nya “Dengan menyebut Nama Allah yang Maha pengasih dan Maha Penyayang. Atau saya kadang memberi terjemahan bebas : Dengan menyebut Nama Allah yang begitu welas asih.
Intinya adalah bahwa Allah itu pemurah. Berbelas kasih, begitu baik, penyayang, welas asih.
Sekarang perhatikan ayat ke-3 (ayat kedua tidak dibahas disini) : Arrahmaani rrahiim. Artinya sama persis : Maha Pengasih dan Maha penyayang. Welas asih.
Kenapa diulang? Pasti bukan untuk memperbanyak jumlah ayat. Pasti bukan karena tidak ada bahasan lain. Pasti ada sesuatu (yang menarik dan luar biasa).
Mari kita berpaling sejenak ke cerita penciptaan manusia. Ketika itu Allah berfirman pada malaikat bahwa akan diciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dan kemudian, ketika tercipta Adam AS, Allah berfirman agar semua bersujud (bukan dalam konteks menyembah) kepada Adam. Kecuali Iblis. Kenapa ? Karena ia merasa lebih baik dari adam (iblis dari api, adam dari tanah).

Merasa lebih dari yang lain disebut sombong atau angkuh. Itulah dosa pertama di jagad raya dan murka Allah yang pertama diketahui.
Perhatikan bahwa dosa terbesar adalah menyekutukan Allah. Iblis tidak menyekutukan Allah. Iblis “sekedar” sombong. Ia hanya merasa lebih baik karena diciptakan dari api dibandingkan Adam AS yang diciptakan dari tanah. Sama halnya kita merasa lebih baik karena memiliki jabatan daripada yang jabatannya dibawah kita. Sombong yang sama ketika kita merasa lebih baik karena lebih pintar, lebih cantik, lebih ganteng, lebih kaya, dll sementara yang lain kurang pintar, kurang ganteng, dll.
Saat Iblis menolak perintah Allah, maka Allah langsung mengharamkan surga baginya dan melaknat masuk ke neraka. Itulah murka Allah.
Tidak berpuasa tanpa alasan padahal sudah jelas diperintah, maka secara logika sederhana itu sudah cukup bagi Allah untuk mengharamkan surga dan melaknat dengan neraka. Sedekah, shalat dan semua perintah lain akan seperti itu juga konsekuensinya.
Tapi satu hal harus digaris bawahi, bahwa kasih sayang Allah melampaui murka-Nya. Itulah maka perlu diyakini bahwa Allah itu Ar Rahmaan Ar Rahiim.
Allah begitu Maha kasih, sehingga boleh kita berharap kasih dan mesranya. Begitu Maha Penyayang sehingga boleh kita berharap disayang oleh-Nya.
Maka hemat saya, perhatikan betul ketika kita membaca ayat ke-1 dan ke-3 surah Al-Fatihah. Pemahaman dihati saat membaca ayat ke-1 akan dimantapkan oleh pemahaman atas ayat ke-3.

Maaliki yaumiddiin
Ayat ke-4 adalah : Maaliki yaumid diin yang berarti Penguasa hari pembalasan.
Sekarang perhatikan kata yaum ad-diin (hari – agama). Mengapa harus memakai ad-diin (agama)? Mengapa bukan yaumul hisab, atau yaumul qiyamah ? Ini yang jelas telah disesuaikan dengan konteks kalimatnya. Yang menjadi inti adalah bahwa yaum ad-diin lebih menegaskan bahwa hari kiamat merupakan hari dimana esensi agama menjadi begitu jelas sehingga tidak ada pertanyaan dan keraguan atas agama.
Jadi pastikan, ketika membaca ayat ini, kita tidak hanya berurusan dengan hari kiamat saja, tapi “Yaum Ad-Diin” yang bersifat menyeluruh atas ‘kemarin’, ‘sedang’, dan ‘akan’. Dan DIA adalah pemiliknya, penguasanya…

Shirath Al-Mustaqiim
Shirath Al-Mustaqim senantiasa diartikan sebagai : Jalan yang lurus. Tafsir Al-Misbah menyatakan bahwa jalan yang dimaksud adalah bagaikan jalan tol.
Perlu diperhatikan bahwa Al-Fatihah adalah ummul kitab atau induk kitab atau ummul quran. Artinya adalah semua ayat Al-Fatihah merupakan intisari / ringkasan / resume Al-Quran secara keseluruhan. Maka, dalam kaitan dengan ini, Sirath Al-Mustaqim tidak lain dan tidak bukan ternyata adalah merupakan target point.
Bila hidup, bayi, remaja, tua, mati kesemuanya merupakan checkpoint, maka shirath al-Mustaqim itulah target point. Destination (final point) adalah Surga dan keridhaan Allah.
Sebagai target utama kehidupan, shirath mustaqim (jalan lurus) ini layak diperjuangkan. Apapun cara untuk bisa melewatinya dengan sempurna. Tapi seperti apa ciri dan kriteria shirath al-mustaqim ini ? Dijawab oleh ayat-ayat terakhir dengan sempurna yaitu :
1. Jalan yang penuh nikmat didalamnya
2. Jalan yang tidak dimurkai Allah SWT
3. Jalan yang tidak sesat

Seluruh kriteria terpenuhi, maka itulah sirath al-mustaqim.
Kata “Jalan” disini menurut hemat saya dapat berarti cara Dalam bahasa inggris disebut “way” (bukan “road”). “The way of life” atau “where’s the will there’s the way” (dimana ada kemauan, disitu ada jalan) dalah pendekatan atas kata “jalan” yang bisa difahami sebagai cara.
Maka ini maksudnya dengan cara apa kita menempuh kehidupan ini, jalan mana yang kita gunakan dalam mengarungi hidup ini. It’s all about the way, it’s all about the heart.
Apa tujuan manusia hidup di dunia? Menjadi kaya? Menjadi sukses? Menjadi bahagia? Semua jawaban berujung di satu pintu yang bernama sirath al-mustaqim. Semua manusia menginginkan hidup yang penuh kenikmatan. Semua manusia tidak mau dimurkai Allah dan tentu tidak ingin tersesat. Maka bagi mereka yang sudah menikmati hidup (karena kaya, berpangkat, dll) perlu sadar bahwa 2 kriteria belum tercapai. Dan itu berbahaya.
Bila jalan itu nikmat, maka itulah shirat al-mustaqim. Minuman keras juga nikmat, tapi itu dimurkai Allah, maka bukan shirath al-mustaqim. Bisa juga sudah nikmat dan juga sudah tidak dimurkai Allah, tapi ternyata sesat. Maka itu jelas juga bukan sirath al-mustaqim.

Salam,
Penulis

& Komentar »

  1. ass.
    salam kenal, ini tambahan inspirasi Al Fatihah u Total Manajemen.
    yg kami bukukan dgn judul ” total Manajemen” berbasis Al Fatihah.

    Tujuan melalui ihktiar buku ini adalah semoga semakin banyak orang yang membaca & mengambil pelajaran dari ayat-ayat Al Qur’an. Agar Al Qur’an semakin dekat dihati untuk dikaji, dicintai & menjadi Inspirasi. Agar kita menjadi generasi robbani, pembelajar & profesional dalam amal sholeh serta berkualitas dalam setiap aktifitas. Jadikan Al Qur’an panduan & sumber segala ilmu, diawali dari surat Al Fatihah yang menjadi pintu pembuka sukses hakiki.

    Mengambil hikmah dari Inspiring & Exploring QS. yang akhirnya terusmuskan Frame work atau kerangka fikir dalam memperoleh sukses berkelanjutan, menjadi basis dari Total Manajemen.

    Membaca ”iqro” ayat qauliyah dan kauniyah mendapatkan kesadaran wacana sukses (nikmat) yang Allah berikan kepada manusia, kesadaran yang membuat kita semakin bersyukur atas limpahan karunia nikmat. Hal ini akan membuat kita berubah untuk semakin bersyukur yakin dan semakin tunduk sujud dan mendekat kepada Allah SWT. Inilah kesadaran Tauhid. Dalam bahasa manajemen hal tersebut kita sebut sebagi proses menjadi pembelajar selanjutnya akan menghasilkan kesadaran dan perubahan.

    Membaca Al Qur’an, diawali dengan pembuka Al Fatihah. Dengan berbasis surat Al Fatihah mendapatkan inspirasi 7 pembuka sukses, menemukan rumus sukses. Kerangka fikir yang membuka jalan agar manusia mengikuti petunjuk sukses. Selanjutnya aplikasi dari pembuka sukses Al Fatihah dijabarkan dalam ayat-ayat Al Qur’an. Mari kita komitmen dengan menghujamkan langkah pembka sukses. Dimulai dari meraih Visi, Menyadari dan melejitkan potensi, Mengambil Peluang dan menciptakan peluang sukses. Lalu Senanriasa memotivasi diri kita, meneguhkan peran dan Misi Kita. Lalu membuat Strategi & Perencanaan diri meraih sukses. Akhirnya semua harus kita wujudkan dengan Bergerak. Mewujudkan sukses pribadi dan akhirnya berada di puncak karir dengan keteladanan menggerakkan & menyukseskan orang lain dalam rangka melestarikan dan memasalkan Sukses.

    Bergerak, Total Action melaksanakan Al Qur’an dan tuntunan Rasulullah SAW. Dimulai dari menentukan ukuran kebenaran hakiki (Al Qur’an) & menentukan ukuran orang suksesukuran Total action tersebut tergambar dalam Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan. Untuk mewujudkan sebagai manusia yang Hanif, Sholeh dan Taqwa. Dalam bahasa manajemen menjadi orang profesional, yaitu bekerja dengan kekuatan keyakinan, kekuatan amal dan kekuatan kualitas. Sekali lagi kuncinya adalah tauhid.

    Akhirnya sukses yang diraih harus dipertahankan, diperlukan konsistensi dari setiap amal. Apabila kita telah melakukan kegiatan yang dilandasi oleh panduan yang meyakinkan, yang bersandar pada nilai2 yang diyakini. Ikhtiar optimal kemudian tawaqal kepada Allah SWT pemilik segala kekuasaan. Allah tempat menggantngkan harapan dan tempat berlindung dari segala penyebab kegagalan baik eksternal maupun dari internal diri kita sendiri dari godaan syetan dan nafsu.
    Kemudian sukses harus ditingkatkan, Insya Allah hari esok lebih baik dari hari ini dan hari ini lebih baik dari kemaren. Peningkatan sukses yang berkelanjutan dangan bersyukur. Berusaha untuk lebih baik, adalah upaya agar sukses selalu berlipat, lestari dan masal. agar Sukses berkelanjutan.

    Secara diagram dapat digambarkan sebagai Total Manajemen Untuk sukses berkelanjutan.:

    Gerak sukses yang berkelanjutan mengingatkan kita pada gerak thawaf, mengelilimgi kabah 7 kali. fatihah 7 ayat yang dibaca berulang sebagai pusat (intisari Kitab). Al Fatihah menjadi komitmen dan perilaku sukses.

    Inspiring & Exploring Al Fatihah (ummul kitab) yang dibaca berulang minimal 17 x dalam sehari, menjadi komitmen sukses & dijabarkan dalam seluruh Surat Alqur’an. :

    Terjemah ayat Inspirasi Total Action
    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Allah Menjadi Tujuan.
    (VISI) Tetapkan dan hujamkan Visi

    Segala puji bagi Allah, Rab semesta alam Allah Maha Pencipta, Memberikan (POTENSI) Gali dan lipatgandakan Potensi
    Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah memberikan
    Kemurahan dan kasih sayang (PELUANG) Ambil dan kembangkan Peluang

    Yang menguasai di Hari Pembalasan Allah Maha Adil, menyediakan balasan, Syurga & Neraka
    (MOTIVASI) Cari dan Tingkatkan Motivasi
    Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan Seorang Hamba harus mengabdi, menyembah, bedoa dan berbuat baik
    (MISI) Maknai Misi hidup
    Tunjukilah kami jalan yang lurus Mohon Diberikan Pedoman, petunjuk
    (STRATEGI) Buat Strategi yang Unggul

    yaitu Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Contoh teladan, menjadi panduan
    (GERAK) Praktekan Gerak amal terbaik (keteladanan & sukseskan orang lain)

    Rumus Sukses = f (Visi x Potensi x Peluang x Motivasi x Misi x Strategi x Gerak)
    & Amiin ( setelah ihktiar optimal kita bertawakal pada Allah)

    Sukses merupakan ikhtiar dan doa / Total Action yang dijalani :

    Kesuksesan Insya Allah akan
    Diraih oleh yang berVisi kuat
    Dimiliki oleh yang mendayagunakan Potensi dengan optimal
    Dimulai oleh orang yang mengambil Peluang Sukses
    Dimenangkan oleh yang terMotivasi Sukses
    Dihasilkan oleh yang mempunyai Misi sukses dalam peran hidupnya
    Diraih dengan perencanaan & Strategi Sukses yang tertata
    Dilalui dengan gerak Sukses amal soleh, dilestarikan & dilipatgandakan sukses dengan mengikuti teladan terhebat.
    Amin Semoga Allah merahmati.

    Uraian seanjutnya akan mengambil Inspirasi dan mengeksplorasi dari beberapa ayat pilihan dalam Qur’an. Betapa luasnya kandungan Al Quran, sehingga penyusun hanya mengambil Inspirasi beberapa ayat sesuai kemampuan. Insya Allah sudah dapat memberikan manfaat dan penjabaran dari Total Manajemen.

    Semoga dengan pedoman dan arahan dari Al Quran dan teladan Rasulullah SAW, kita optimal dalam mendayagunakan seluruh potensi & sumber daya (Total Menajemen) untuk meraih sukses hakiki yaitu kebaikan dunia, kebaikan di Akherat dan dijauhkan dari api neraka. Amiin.

    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
    (QS. Al Baqaroh : 286)

    Buat Perubahan dan Tingkatkan diri. Mari semakin menghayati, memahami dan mengaplikasikan Al Fatihah dalam setiap niat & gerak langkah kita.
    Lakukan 7 kunci pembuka sukses, Mulai dari perubahan Diri, Keluarga, perusahaan, Lingkungan bahkan Negara.

    Baca lengkap buku ini, Mari kita BERGERAK…………….mulai dari diri sendiri, Tingkatkan Diri. Lebih SUKSESKAN DIRI.
    ……………….
    Selengkapnya buku ini berisi :

    I. Memetakan hidup (life mapping), cakrawala kesadaran sukses

    II. Rumus Kehidupan,
    Ihktiar mencapai sukses, dengan tahapan 7 pembuka sukses
    1. Visi
    2. Potensi
    3. Peluang
    4. Motivasi
    5. Misi
    6. Strategi
    7. Gerak

    III. Amiin, Tawaqal & berserah diri kepada Allah SWT. & mempertahankan sukses & meningkatkan sukses.
    IV. Total Action
    V. Lampiran :
    Kutipan singkat, Pengembangan Sukses menggunakan perspektif ”7 Pembuka Sukses” :
    a. Pengembangan Sukses Pribadi
    b. Pengembangan Sukses Keluarga
    c. Pengembangan Komunitas ”Rumah SyukuR”
    d. Lembaga Manejemen Terapan, PT. Trustco Cipta Madani
    e. Perusahaan, PT Pembangkitan Jawa Bali (PT. PJB)
    f. Indonesia Sukses
    g. Peradaban Dunia, Siroh Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

    Rujukan
    ———————

    Q sukses Manajemen
    Jl,. Veteran 9 no.3 Gresik Jatim
    0313971374

    Komentar oleh heru ss — Agustus 24, 2007 @ 7:56 am | Balas

  2. [...] jalan, sirotol mustaqim sebagai jalan lurus, wa ladh dhoollin sebagai orang sesat (Coba lihat di sini). Terjemahan yang sesuai dengan kaidah bahasa arab, [...]

    Ping balik oleh School of Universe » Blog Archive » Sebuah Lelucon yang Dianggap Mempermainkan Agama — Oktober 12, 2007 @ 8:52 am | Balas

  3. assalamialaikum…….dalam penafsiran seorang mufasir sepatutnya bisa membedakan mana menafsirkan dan mana mengartikan. olehnya itu saran saya kalau bisa dalam penafsiran tafsirannya di mulai dari perhuruf atau perkata hingga dapat diketahui asal katanya dengan lebih sistimatis… wasssalam…..

    Komentar oleh hasan al banna — November 4, 2007 @ 7:44 pm | Balas

  4. @heru ss
    Saya senang bisa turut menyumbang hal yang baik. Semoga sukses dg bukunya

    @hasan al bana
    Mohon maaf karena tulisan saya masih jauh dari kesempurnaan. Apalagi disebut sebagai mufasir. Hampir seluruhnya saya sebut sebagai “terjemah bebas PRIBADI” karena sifatnya yang sangat subyektif. Tiadalah maksud lain kecuali untuk bisa menumbuhkan dan mempertebal rasa keimanan dan ketuhanan bagi diri sendiri dan mudah-mudahan bagi para pengunjung yang budiman

    Komentar oleh rifan — Desember 15, 2007 @ 2:06 am | Balas

  5. esq good luck

    Komentar oleh agung — Maret 26, 2008 @ 7:44 am | Balas

  6. [...] ngomongin apa, nah itu cara minta sesuatu ke Dia yang baik dan benar ada tulisan bagus disini : Al-Fatihah yang Luar Biasa Suara Hati tapi sudah ya, post selanjutnya ga usah pake ayat / surat [...]

    Ping balik oleh Ketok Magic, How Can? - Page 7 - Gamexeon Forum — Mei 18, 2008 @ 9:58 am | Balas

  7. [...] sela-sela lagu itu, terdengar seseorang yang membacakan surat Al-Fatihah dan Asmaul Husna dengan irama yang cukup baik. Sebetulnya bacaan ayat-ayat al-Qur’an itu [...]

    Ping balik oleh Assalamu’alaikum, CINTA « surauinyiak — September 13, 2008 @ 1:35 am | Balas

  8. al-fatihah surat yang luar biasa. tapi, bagaimana bila dipersandinkan dg soundtrack sebuah sinetron?
    silahkan baca “protes” saya di:
    http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/13/assalamualaikum-cinta/

    Komentar oleh vizon — September 13, 2008 @ 1:48 am | Balas

  9. [...] sela-sela lagu itu, terdengar seseorang yang membacakan surat Al-Fatihah dan Asmaul Husna dengan irama yang cukup baik. Sebetulnya bacaan ayat-ayat al-Qur’an itu bukanlah [...]

    Ping balik oleh hardi’s Blog » Blog Archive » Assalamu’alaikum, CINTA — September 13, 2008 @ 2:35 am | Balas

  10. Dears,

    For me, it becomes such mysteri why Al-Fatihah always read on sholat. There must be many reasons behind it. Just don’t take it for granted …

    Komentar oleh Antonio — Oktober 18, 2008 @ 9:41 am | Balas

    • yup..
      hundred percent agree w/ u

      Komentar oleh rifan — Juli 5, 2009 @ 10:16 pm | Balas

  11. Kunci kehidupan , keikhlasan , ketauhidan , pedoman gerak Langkah kehidupan, Awal setiap tindakan….. Ada di Alfatihah
    Langkah utama: Membaca, merenungi, memahami, masukkan di jiwa raga, jalani segalanya dg sarana Alfatihah, Hasil akhir dari kehidupan dunia – kubur – akhirat melewati Al Fatihah. Ikhlaskan hidup dg pedoman Alfatihah karena Alfatihah yg membawa kita kepada Allah

    Komentar oleh rakhmat — November 1, 2008 @ 5:14 am | Balas

  12. SUBHANALLAH …..
    posting-nya relatif bagus …..

    maaf ganggu ….
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Komentar oleh nanda tzb — Desember 8, 2008 @ 1:57 pm | Balas

  13. apa kah itu benar, janganlah kita menapsirkan alquran secara sembarangan dan hati2 lah dalam penafsirannya karena jika itu kita salah artikan maka kita akan menyebabkan runtuhnya iman dan berakibat pada runtuhnya agama……..

    Komentar oleh arif manopo — Januari 5, 2009 @ 6:05 am | Balas

  14. wah artikelnya keren… saya juga menulis tentang al fatihah… tp saya jadi tersindir dengan ucapan mas arif manopo karena saya menafsirkannya dengan logika dan tidak punya dasar apa apa. Artikel saya di akoor.multiply.com

    Tolong dikritik. tapi kalau multiply harus login dulu… kirim aja ke email saya….4diakoor@gmail.com saya sangat senang kalau diberi masukkan ilmu. Karena saya buta akan pengetahuan.

    Sebelumnya terima kasih

    Komentar oleh adi kurniawan — Februari 2, 2009 @ 7:22 am | Balas

  15. Subhanallah
    syukran kerana mnympaikan ilmu
    wassalam

    Komentar oleh ayoot — Februari 12, 2009 @ 10:14 am | Balas

  16. kirim kirim banyak artikel tentang ad diin dll ke site aku ya terima kasih

    Komentar oleh rani,agung saparudin — Maret 14, 2009 @ 1:14 pm | Balas

  17. Wah.. ternyata Surat Al-Fatihah begitu dahsyat yaa!

    Komentar oleh Masrul — Maret 28, 2009 @ 1:22 am | Balas

  18. surat al fatihah diulang-ulang bacaannya dalam shalat setiap rakaatnya itu menunjukkan betapa harus diperhatikan dan mendapat perhatian secara seksama dan bersungguh-sungguh. isi dan kandungan surat al fatihah seperti yang ditulis di atas semakin memperkuat keyakinan betapa hidup ini harus punya arah dan panduan. dan surat al fatihah rasanya cukup sudah untuk dijadikan arah dan panduanhidup, semoga, amin

    Komentar oleh damanhuri aly — April 4, 2009 @ 2:14 pm | Balas

  19. Alhamdulillah !!
    Saat ini menjelang Ramadhan 1430 H saya baru lihat tulisan ini. Semoga Allah memberikan balasan yang setimpal atas segala kebaikan yang disampikan. Amien.

    Komentar oleh MUST ELYZON — Agustus 21, 2009 @ 12:56 pm | Balas

  20. meskipun saya orang awam tapi saya bisa memahami arti dari tafsiran yang dijelaskan oleh penulis semoga tafsiran tersebut bisa bermakna bagi semua umat muslim…. amin….

    Komentar oleh hammam nasrudin — September 13, 2009 @ 9:12 am | Balas

  21. Alhamdulillah,
    menambah hasanah pemahaman tentang al-Qur’an khususnya al Fatihah terima kasih semoga jadi amal sholeh Saudara. Amiin.

    Komentar oleh banaji — September 28, 2009 @ 7:06 am | Balas

  22. Terimakasih artikelnya. Saya merasa mendapat pengetahuan baru dan semoga bisa bermanfaat untuk hidup saya dan keluarga. Terimakasih banyak. Assalamu’alaikum.

    Komentar oleh Panji — November 1, 2009 @ 6:29 pm | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.